Sunday, November 28, 2010

Patut dicatat atau (ter) catat

Mungkin aq salah satu spesies aneh di dunia. Ketika aq disakiti atau dibikin tersinggung, susah melupakan kejadian tersebut. Mengampuni sih mengampuni.. easy to forgive but hard to forget.
Aq tidak tau kenapa ini menjadi ciri khas. Kalo udah tauu aq kek gini , jangan bikin tersinggung makanya. . *hehehehe.
Selalu ada yang spesial dalam hidupku. Orang tua yang selalu memberikanku kelimpahan materi dan kasih sayang. Thanks God. Orangtua ku begitu klop denganku dalam segala hal. aq bersyukur punya orangtua yang selalu cinta sama pengetahuan. Ayahku senang sekali membaca dan menulis artikel. Ayahku suka segala sesuatu tentang pemerintahan, politik, majalah, ekonomi, budaya dll. setiap yang ku tnya pasti beliau tahu. Ayahku selalu mengarahkan kami anak2nya untuk cinta pengetahuan. belajar dan terus belajar.
Sedangkan ibuku , orangnya senang sekali berlibur dan menjelajah tempat-tempat baru. pernah suatu ketika aq sudah kelelahan berkelana di Spore , hingga memilih utk mencari tempat duduk , dan anda dan ibuku masih asik memilih milih barang. Yang tua aq atau ibuku sih ? -___-


akhir-akhir ini aq senang sekali membaca. membaca apa saja. Aq mulai rutin membeli Tempo , walaupun membuat pundi-pundi keuanganku cukup terkuras. -___-
aq langganan Kompas , Langganan modem ,. aq suka sekali akan hal-hal yang baru. aq suka membaca.
Banyak sekali hal-hal aneh yang ku alami belakangan ini , tp satu yg paling ku benci dari orang-orang sekelilingku.. Jangan aq dibanting , tapi bantuan dari ku diperlukan.. Kalau jauhi , jangan setengah-setengah boss.. aq gak merasa aq pintar, kaya , smart , cantik atau apalah indikator keistimewaan yang lainnya.. Aq manusia biasa. . Cara paling ampuh utk bersyukur adalah, mengingat apa yang telah kita dapatkan atau yg orang lain lakukan untuk kita.. hmm... tp satu yang pasti , mungkin tidak semua orang tahu bagaimana caraya berterimakasih ..

Friday, September 17, 2010

Perlu ?

hidup di Indonesia yang penuh dengan keanekaragaman merupakan konsekuensi yang berat.
Well , hidup emang berat sih. .
Keanekaragaman suku bahasa karakter mental dan agama
Nah , yang paling akhir ini yang paling rentan dengan permasalahan. Salah ngomong dikit bisa berakibat fatal. Memang mayoritas dan minoritas itu ada. Tapi masalahnya , terkadang kita hiperbola menyikapi ini. puji Tuhan , aq punya teman2 dan lingkungan yang cukup fair dalam berteman. Uups , ada sih yg nggak. Tp lumayanlah..
Aku hidup disebuah pulau kecil di Kepulauan Riau. Mayoritas Islam dan suku Melayu ( kombinasi melayu - padang , melayu - jawa , dll ). Kami hidup rukun kok. Aku bangga punya teman2 yang berjiwa besar untuk menghargai perbedaan kami. Ketika SMP , Aku punya teman baik. Namanya Indah Purnama Sari. Wuiih , matematikanya jago kali.. Jiwanya fair , baik. Aku boleh kapan aja main ke rumahnya dan sebaliknya. Kami selalu sama. pernah cekcok , tp rukun lagi. Ketika kelas 3 , kami les sore. Jadi bawa makansiang nya dari rumah. Dia kadang lupa bawa. Dia slow aja makan punyaku. minum air ku. Klo rekan saya yang muslim lain , mana ada yang mau. padahal halal kok.
Agamamu agamamu , agama ku agamaku. Kami tidak pernah berantam krna agama. Aku rasa, orang yang berfikiran sempit yang mengganggap agama lain adalah sesuatu yang tidak layak. Mereka harus sering tuuh liburan , pergi ke tempat2 heterogen , jadi kepala mereka tidak terkungkung.
Guru SMP ku namanya Hj Nelda Yulie , S.Pd adalah seorang yang taat. Hajjah pula. Tp melihara anjing dirumah. Ketika rumah ku merayakan hari raya ,beliau datang sama suaminya. Ibu itu tidak segan makan minum dan bercanda bersama kami.

Nah kembali ke cerita kampus aja deh , dikelas ku ada juga yang agak sentimen gitu ama agamaku. :( namanya Diana. Dia pernah bilang klo Umat islam gk boleh ucapin natal sama orang kristen. Haram hukumnya. Pernah nih kami minta sumbangan untuk acara Kristen , dia agak tinggi nadanya ngomong ama temenku yg minta... katanya gak boleh ama dia. Haram ( Lagi-lagi haram ) malah dia marah ama Mela krna Mela ikut nyumbang.
Perlu gak sih over gitu ? Padahal temen2 ku yang melanjutkan kuliah di Oxford , Harvard , Singapore , gak ada gitu loh.. Malah masjid banyak di Amerika. gak usak jauh-jauh deh , kawanku namanya Ebbita cerita , dia orang Kabanjahe. Jadi di sebuah Kabanjahe ini yang muslim bisa dihitung dengan jari , tapi masjid berdiri dengan megah. Di tempatku juga gitu , ada nih namanya kampung sukarame , disitu mayoritas Kristiani tapi masjid ada disana.

Yang bikin aku miris adalah , ketika hal ini terjadi sebaliknya. Di mayoritas islam , Kristen malah susah beribadah. Kasus pembakaran gereja , penusukan pendeta dll kerap terjadi... Pengampunan aja deh yaa....

Aku punya cerita tentang penulis favoriteku. Namanya Iwan Piliang. Bagi ku topik-topik yang diangkat hal yang menarik. Walaupun mulutnya suka asal nuduh dan ngomong kajol. Aku suka memberi tanda jempol atas statusnya. Sampai suatu ketika ......
Dia membuat status begini

Dalam urusan maaf
terhadap koruptor, Indonesia memang bisa juara. OPSTIB pada 1981,
menangkap Raden Sonson Natalegawa (RSN) di kasus Atjai (Endang Wijaya),
korupsi Rp 36,9 miliar. RSN Direktur Kredit Bank Bumi Daya. Siapakah
RSN, tiada lain ayah kandung Menlu kita Marty Natalegawa. Kalau
...belakangan sosok Marty rada2 terindikasi memble dlm diplomasi,
maafkanlah ia di Syawal ini. Kita memang pemaaf!


Menurut aq , dia terlalu lantam. asal ngomong ih. Udah deh , elu aja jadi presiden. *gondok
lalu aq komen gini :

"gak tertarik buat mmbahas kasus ttg rndahnya kbbasan bragama dan beribdah di Ind , Bung ? "

aku senang dia membalas komenku , tp sakit hatiku bacanya ....

Iwan Piliang : Esra,,, seperti apa yang Esra inginkan di Indonesia dalam hal beragama? apakah Esra merasa selama ini belum bebas melaksanakan ibadah di Indonesia?? padahal, setahu saya...muslim indonesia sangat toleransi dalam hubungan antar agama..bu Esr...a jangan terjebak dengan berita media yang selalu memblow up hal-hal yang rasanya bisa menaikan oplah mereka...berapa banyak gereja di Indonesia??? bandingkan dengan jumlah penduduknya...lihat secara statistik, dan jika bu Elsa mau merenung sebentar saja,, bayangkan jika di Indonesia ini yang mayoritas adalah agama ibu...apakah minoritas muslim akan mendapatkan kebebasan beribadah seperti yang ibu rasakan sekarang sebagai minoritas....???

Ya Ampun , jadi balas dendam gitu ? Lihat hampir tiap gang ada masjid. Emang berapa sih jumlah ummat muslim di Indonesia klo dibandingkan dengan banyaknya masjid... Jauh lebih banyak masjid mungkin. Gak nyangka komen balasan iwan piliang gitu terhadap komen ku.. :'(

Aku mulai mundur rasa kagum ama dia.. Mungkin dia merasa benar.. atau aku yang demikian.

note terakhir beliau aku baca tentang KhanAcademy , ternyata aku pernah baca ini sebelumnya. Bulan Juli kmren. dan Iwan Piliang baru bikin note facebooknya bulan ini ( september ).... kata-katanya persis , data dan gaya bahasanya sama. Berarti .............................................. zzzz


Saturday, September 4, 2010

....

Pikiran ku kacau kali hari ini.
gak tau knapa..
Ayah ku sakit...
sakit yang tak biasa..
aku gak tau harus cerita ke siapa atau gimana.
yang aku tau aku takut kehilangan ayah ku..
Ya Tuhan , aq takut kali.
aq berlinangan air mata menulis ini.
Lalu aq mencari mp3 rohani di laptop.
mendengar..

"Tuhan ku percaya janjiMu , dalam hidupku..Kau beri ku kemenangan..."

aq takut kali...... aku takut kehilangan

Wednesday, July 28, 2010

Lebih Sering 'Dihajar' Bangsa Sendiri , Daripada Bangsa Lain

Pembaca, penulis merupakan 'mahluk' yang sangat akan hal-hal yang baru.
Pergi ke tempat yang baru. Suasana baru ( sepanjang hal yang baru tersebut memberi kenyamanan bagi penulis). Lho , apa kaitannya dengan judul ini yaa?
Begini, dalam mencari hal-hal yang baru itulah penulis terkadang mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. tatkala memilih Medan sebagai 'transit' pencarian ilmu mau tak mau penulis harus tau bahwa kota ini bukanlah kota yang "seru"
Begitu rawan pembaca. Rawan teriakan.
Hoo. teriakan maksud penulis adalah NGOMONG DENGAN SUARA EXTRA
Rawan Kriminal
Pantang Silap ( itu pepatah andalan teman dibumi Melayu )
Yaa Sudahlah.
Penulis hanya ingin menceritakan pengalaman penulis tahun lalu
sudah lama memang , tapi sangat berbekas.

Penulis berangkat menuju Hang Nadim BATAM.
Setelah Check in, penulis masuk ke pesawat.
Penerbangan pun berlangsung.
Penulis tertidur sejenak tanpa firasat apa-apa.
Sampai di Hang Nadim, penulis menunggu koper lalu pulang.
Sesampainya dirumah, penulis membuka koper penulis. Sama seperti saat packing.
Namun ketika membuka resleting terakhir, penulis merasa ganjil.
Resleting belakang yang tadinya menggembung kini 'tepos'. Artinya ada barang yang terambil atau mungkin sengaja diambil dari sana.
Penulis membukanya, ah. Hilang. :(
Sebuah Diary, Minuman UC 1000 botol Pun raib.
Entah di'bongkar' dimana. Mungkin Di Polonia, atau mungkin di Hang Nadim (tanah sendiri)
Pembaca, resleting belakang memang tidak bisa digembok karena itu resleting satu arah. Tapi menurut penulis ALANGKAH LANCANGNYA SEORANG PETUGAS ATAU APAPUN ITU MEMBONGKAR KOPER MILIK PENUMPANG.. Penulis sungguh sangat tersinggung. Memang jika ada yang berucap "...Berapalah harga sebuah Diary dan Minuman UC 1000.." Saya maklum. Tapi ini menyangkut ketidaknyamanan dan privacy seseorang. Setahu penulis, petugas berhak memeriksa. Tapi tidak berhak berhak mengambil barang sepanjang barang tersebut bukanlah barang yang dilarang secara Undang-undang. Pemeriksaan barang pun harusnya diketahui oleh penumpang. Masalahnya, penulis telah melewati proses pemeriksaan dan barang melalui XRAY dan dinyatakan 'lewat'.
tetapi kenapa ada barang yang hilang? Mungkin ada Esra Esra lain yang bernasib sama. Entahlah. Tapi yang jelas, selagi masih ada maskapai lain , penulis hingga detik ini tidak akan memilih maskapai ini lagi. Walaupun kejadian kurang menyenangkan ini terjadi di 2009.

Sementara dinegara lain,
walaupun Singapura memiliki proses pemeriksaan yang sangat menjenuhkan ( menurut penulis ) tapi penulis tidak pernah mengalami hal seperti ini. Malah ketika kertas kecil dari paspor penulis jatuh , seseorang malah berlari mengantarkannya kepada penulis. APA YANG SALAH BANGSAKU? Penulis tidak pernah 'merasa' tertipu ketika berada dinegara asing. Harga taxi, harga barang , harga makanan sama seperti aslinya. Tidak ada perbedaan harga untuk warga lokal dan warga Interlokal.

Biar Hujan Emas dinegeri orang, lebih baik hujan batu dinegeri sendiri begitu katanya, tapi kalau begini?
Seorang supir taxi medan pernah berkata kepada penulis bahwa ongkos utk mengantarkan penulis tiba di kos sebesar 250.000. Ya lagi-lagi mencari kesempatan dalam kesesakan. Waktu itu penulis sampai di Medan kira-kira jam Setengah satu pagi. Keberangkatan yang tertunda membuat penulis tiba se'molor' itu di Medan. Waktu sudah begitu larut Dan tidak ada pilihan lain... Jadi jangan salahkan ketika rakyat Indonesia lebih memilih berlibur ke Luar Negeri dibandingkan mudik ke kampung Halaman. Anda tahu kenapa? karna Rasa Nyaman itu mahal pembaca

Sunday, July 25, 2010

selamat sore pembaca.
saya tertarik untuk nge-blog lagi. :)
kali ini tentang siaran televisi yang saya tonton
Begini , tadi saya liat acara 'memancing yuk' di sebuah stasiun tv swasta.
Saya jadi menggebu-gebu pengen mancing ikan.
Lalu saya menonton expedisi papua di TransTv, jadi berkhayal ke Papua.
Pembaca, saya sangat suka acara seperti ini.
Lalu beralih ke stasiun yang berinduk semang Surya Paloh, ( Kick Andy )
Disana Andrea Hirata membagi bukunya yang berjudul PADANG BULAN.
Ah , saya makin semangat untuk pergi ke Gramedia membeli buku Padang Bulan.
Kok saya jadi semangat gak jelas?
Ah, mungkin karna saya juga tinggal di Pdang Bulan.

Ohya, saya butuh orang yang ngasih saya akomodasi free untuk pulang pergi ke Papua. Saya ingin ke Pulau Ampat

Tuesday, July 20, 2010

More About me . :)

1. Jam berapa kamu bangun tiap pagi?
** Jam 6 , 7 , 7.30 ,

2. Kamu maunya STEAK-mu diapain ?
**Panggang semi gosong

3. Apa film yang terakhir kamu tonton di bioskop?
** Gak ada

4. Apa acara TV favoritmu ?
** Ajang Pencarian bakat , Sinema lepas

5. Jika kamu dibebaskan memilih, kamu akan memilih tinggal dimana di dunia ini?
** Indonesia Timur , asalkan kawasan aman..no war

6. Apa sarapanmu ?
** Lebih kepada makanan ringan

7. Apa makanan favoritmu ?
**Sesuatu yang pedas , sesuatu yang mengandung keju

8. Makanan apa yang kamu tidak sukai ?
**

9. Tempat makan favoritmu ?
** Ruang tengah di rumah Orangtua

10. Setelan pakaian favorit ?
kaus simple celana kain selutut

11. Kendaraan apa yang kamu kendarai ?


12. Apa pakaian sehari-hari yang kamu sukai ?
kaus simple , baju tidur

13. Jika diberi kesempatan pergi kemana saja, kamu ingin pergi kemana ?
menyelam ke Bunaken

14. Cangkirmu 1/2 penuh atau 1/2 kosong ?
Hampir Penuh

15. Kemana kamu akan pergi jika kamu pensiun ?
Kemana aja yg membuat hati senang

16. Hari apa yang paling kamu sukai ?
Sabtu

17. Dimana kamu lahir ?
TBK

18. Olahraga apa yang paling kamu sukai untuk kamu tonton ?
**sEPAKBOLA

21. Siapa yang paling kamu ingin tahu jawaban pertanyaan-pertanyaan di sini ?
SAPA YANG MINAT AJA

22. Apa kamu puas dengan hidupmu?
Ya begitulah

23. Kamu manusia pagi apa manusia malam ?
manusia pagi

24. Punya hewan peliharaan ?
Ikan ,anjing

25. Jika hidupmu tinggal sehari, kamu ingin melewatinya dengan siapa ?
Dengan orang yang menyayangi aku

26. Waktu kecil, kamu pengen jadi apa sih ?
Pengacara , Hakim

27. Apa pakaian terbaik yang pernah kamu pakai pada saat masa kecilmu ?
Baju putih Slayer ketika natalan ala putri dunia khayal

29. Apakah kamu sudah menikah ?
belum

30. Apakah kamu selalu memakai ikat pinggang ?
** selalu ? tidaak

31. Pernah kecelakaan mobil ?
**hampir pernah

32. Hewan peliharaan yang menjengkelkanmu ?
kucing

33. Topping pizza favoritmu ?
Kurang suka pizzA

34. Bunga favoritmu ?
Anggrek

35. Es krim favoritmu ?
Vanilla

Ah , cuman ngaco'nya seorang ESRA aja kok

My photo
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Saya tidak bisa diam melihat apa yang tidak saya suka..Saya Ingin menjadi aktivis , Benci ketidak adilan , benci TRIAS POLITICA yang tidak tahu fungsinya sebagai pengayom Rakyat , Saya ingin menjadi generasi yang bebas , namun bertanggung jawab .. Ingin menjadi orang dibalik layar, bukan seperti mereka, yang berteriak tentang keadilan , namun menginjak kemanusiaan. Saya hanya anak bangsa yang terkadang gondok terhadap bangsanya sendiri

Kumpulan Tulisan

Followers