Wednesday, July 28, 2010

Lebih Sering 'Dihajar' Bangsa Sendiri , Daripada Bangsa Lain

Pembaca, penulis merupakan 'mahluk' yang sangat akan hal-hal yang baru.
Pergi ke tempat yang baru. Suasana baru ( sepanjang hal yang baru tersebut memberi kenyamanan bagi penulis). Lho , apa kaitannya dengan judul ini yaa?
Begini, dalam mencari hal-hal yang baru itulah penulis terkadang mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. tatkala memilih Medan sebagai 'transit' pencarian ilmu mau tak mau penulis harus tau bahwa kota ini bukanlah kota yang "seru"
Begitu rawan pembaca. Rawan teriakan.
Hoo. teriakan maksud penulis adalah NGOMONG DENGAN SUARA EXTRA
Rawan Kriminal
Pantang Silap ( itu pepatah andalan teman dibumi Melayu )
Yaa Sudahlah.
Penulis hanya ingin menceritakan pengalaman penulis tahun lalu
sudah lama memang , tapi sangat berbekas.

Penulis berangkat menuju Hang Nadim BATAM.
Setelah Check in, penulis masuk ke pesawat.
Penerbangan pun berlangsung.
Penulis tertidur sejenak tanpa firasat apa-apa.
Sampai di Hang Nadim, penulis menunggu koper lalu pulang.
Sesampainya dirumah, penulis membuka koper penulis. Sama seperti saat packing.
Namun ketika membuka resleting terakhir, penulis merasa ganjil.
Resleting belakang yang tadinya menggembung kini 'tepos'. Artinya ada barang yang terambil atau mungkin sengaja diambil dari sana.
Penulis membukanya, ah. Hilang. :(
Sebuah Diary, Minuman UC 1000 botol Pun raib.
Entah di'bongkar' dimana. Mungkin Di Polonia, atau mungkin di Hang Nadim (tanah sendiri)
Pembaca, resleting belakang memang tidak bisa digembok karena itu resleting satu arah. Tapi menurut penulis ALANGKAH LANCANGNYA SEORANG PETUGAS ATAU APAPUN ITU MEMBONGKAR KOPER MILIK PENUMPANG.. Penulis sungguh sangat tersinggung. Memang jika ada yang berucap "...Berapalah harga sebuah Diary dan Minuman UC 1000.." Saya maklum. Tapi ini menyangkut ketidaknyamanan dan privacy seseorang. Setahu penulis, petugas berhak memeriksa. Tapi tidak berhak berhak mengambil barang sepanjang barang tersebut bukanlah barang yang dilarang secara Undang-undang. Pemeriksaan barang pun harusnya diketahui oleh penumpang. Masalahnya, penulis telah melewati proses pemeriksaan dan barang melalui XRAY dan dinyatakan 'lewat'.
tetapi kenapa ada barang yang hilang? Mungkin ada Esra Esra lain yang bernasib sama. Entahlah. Tapi yang jelas, selagi masih ada maskapai lain , penulis hingga detik ini tidak akan memilih maskapai ini lagi. Walaupun kejadian kurang menyenangkan ini terjadi di 2009.

Sementara dinegara lain,
walaupun Singapura memiliki proses pemeriksaan yang sangat menjenuhkan ( menurut penulis ) tapi penulis tidak pernah mengalami hal seperti ini. Malah ketika kertas kecil dari paspor penulis jatuh , seseorang malah berlari mengantarkannya kepada penulis. APA YANG SALAH BANGSAKU? Penulis tidak pernah 'merasa' tertipu ketika berada dinegara asing. Harga taxi, harga barang , harga makanan sama seperti aslinya. Tidak ada perbedaan harga untuk warga lokal dan warga Interlokal.

Biar Hujan Emas dinegeri orang, lebih baik hujan batu dinegeri sendiri begitu katanya, tapi kalau begini?
Seorang supir taxi medan pernah berkata kepada penulis bahwa ongkos utk mengantarkan penulis tiba di kos sebesar 250.000. Ya lagi-lagi mencari kesempatan dalam kesesakan. Waktu itu penulis sampai di Medan kira-kira jam Setengah satu pagi. Keberangkatan yang tertunda membuat penulis tiba se'molor' itu di Medan. Waktu sudah begitu larut Dan tidak ada pilihan lain... Jadi jangan salahkan ketika rakyat Indonesia lebih memilih berlibur ke Luar Negeri dibandingkan mudik ke kampung Halaman. Anda tahu kenapa? karna Rasa Nyaman itu mahal pembaca

Sunday, July 25, 2010

selamat sore pembaca.
saya tertarik untuk nge-blog lagi. :)
kali ini tentang siaran televisi yang saya tonton
Begini , tadi saya liat acara 'memancing yuk' di sebuah stasiun tv swasta.
Saya jadi menggebu-gebu pengen mancing ikan.
Lalu saya menonton expedisi papua di TransTv, jadi berkhayal ke Papua.
Pembaca, saya sangat suka acara seperti ini.
Lalu beralih ke stasiun yang berinduk semang Surya Paloh, ( Kick Andy )
Disana Andrea Hirata membagi bukunya yang berjudul PADANG BULAN.
Ah , saya makin semangat untuk pergi ke Gramedia membeli buku Padang Bulan.
Kok saya jadi semangat gak jelas?
Ah, mungkin karna saya juga tinggal di Pdang Bulan.

Ohya, saya butuh orang yang ngasih saya akomodasi free untuk pulang pergi ke Papua. Saya ingin ke Pulau Ampat

Tuesday, July 20, 2010

More About me . :)

1. Jam berapa kamu bangun tiap pagi?
** Jam 6 , 7 , 7.30 ,

2. Kamu maunya STEAK-mu diapain ?
**Panggang semi gosong

3. Apa film yang terakhir kamu tonton di bioskop?
** Gak ada

4. Apa acara TV favoritmu ?
** Ajang Pencarian bakat , Sinema lepas

5. Jika kamu dibebaskan memilih, kamu akan memilih tinggal dimana di dunia ini?
** Indonesia Timur , asalkan kawasan aman..no war

6. Apa sarapanmu ?
** Lebih kepada makanan ringan

7. Apa makanan favoritmu ?
**Sesuatu yang pedas , sesuatu yang mengandung keju

8. Makanan apa yang kamu tidak sukai ?
**

9. Tempat makan favoritmu ?
** Ruang tengah di rumah Orangtua

10. Setelan pakaian favorit ?
kaus simple celana kain selutut

11. Kendaraan apa yang kamu kendarai ?


12. Apa pakaian sehari-hari yang kamu sukai ?
kaus simple , baju tidur

13. Jika diberi kesempatan pergi kemana saja, kamu ingin pergi kemana ?
menyelam ke Bunaken

14. Cangkirmu 1/2 penuh atau 1/2 kosong ?
Hampir Penuh

15. Kemana kamu akan pergi jika kamu pensiun ?
Kemana aja yg membuat hati senang

16. Hari apa yang paling kamu sukai ?
Sabtu

17. Dimana kamu lahir ?
TBK

18. Olahraga apa yang paling kamu sukai untuk kamu tonton ?
**sEPAKBOLA

21. Siapa yang paling kamu ingin tahu jawaban pertanyaan-pertanyaan di sini ?
SAPA YANG MINAT AJA

22. Apa kamu puas dengan hidupmu?
Ya begitulah

23. Kamu manusia pagi apa manusia malam ?
manusia pagi

24. Punya hewan peliharaan ?
Ikan ,anjing

25. Jika hidupmu tinggal sehari, kamu ingin melewatinya dengan siapa ?
Dengan orang yang menyayangi aku

26. Waktu kecil, kamu pengen jadi apa sih ?
Pengacara , Hakim

27. Apa pakaian terbaik yang pernah kamu pakai pada saat masa kecilmu ?
Baju putih Slayer ketika natalan ala putri dunia khayal

29. Apakah kamu sudah menikah ?
belum

30. Apakah kamu selalu memakai ikat pinggang ?
** selalu ? tidaak

31. Pernah kecelakaan mobil ?
**hampir pernah

32. Hewan peliharaan yang menjengkelkanmu ?
kucing

33. Topping pizza favoritmu ?
Kurang suka pizzA

34. Bunga favoritmu ?
Anggrek

35. Es krim favoritmu ?
Vanilla
Saya benci apapun tindakan yang beraliran kriminal
Ya saya memang bukanlah manusia yang seutuhnya jujur..
saya hanya seorang Esra Erita,
yang pasti pernah salah.

Pembaca, saya sangat sering mengalami pengalaman melihat langsung turis atau mungkin ekspatriat dari negara lain ketika datang di Indonesia dikerjain atau ditipu dengan alasan 'uang'
Hayolaaah bangsaku.

Saya hargai profesi anda , Bung .. Tapi kalau gini...

Senang sekali saya bisa kembali menulis setelah sekian lama.
Begini pembaca, saya memang memiliki kelemahan untuk mengingat angka.
Hingga saya lupa password blog ini
Dan akhirnya secara insidental saya tiba2 mengingatnya.

Oke kita mulai ke topik yang 'sedikit' lebih serius
Pembaca, saya baru dua hari menginjankkan kaki dikota Medan.
Pembaca, anda dan saya mungkin tahu bahwa KOTA ini bukanlah sebuah kota yang menghargai kenyamanan bahkan keamanan masyarakatnya.

Begini ,

ketika saya menapakkan kaki dikota ini , yaa..saya diserbu oleh porter-porter atau lazim dikenal dengan buruh bagasi , yang jujur membuat saya tidak nyaman pembaca.
Saya memang bukanlah wanita yang cukup kuat untuk membawa barang diatas 10 kilo.
Tetapi saya hanya menggendong ransel kira-kira 1,5 kilo beratnya.
Jadi saya tidak berniat untuk memakai jasa orang lain untuk mengangkat barang2 saya.
Namun mungkin sekitar lebih dari 5 orang buruh bagasi bertanya dengan PERTANYAAN yang hampir mirip yang intinya...

"dek, biar kita angkat barangnya
NGGAK , Tegasku.
===========================================================

Pembaca, bagi saya Polonia dan Hang Nadim Batam cukup berbeda
Hang Nadim sangat elegan , buruh2 Bagasinya tidak selancang Polonia, Dumai , atau Pelabuhan Buton ( saya harap anda pernah ke Buton saudara , sekedar referensi lautnya cukup bersih untuk ukuran Indonesia)
Pegawai cukup ramah dan sabar.
dan saya tidak pernah gondok di Hang Nadim.

Ah , cuman ngaco'nya seorang ESRA aja kok

My photo
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Saya tidak bisa diam melihat apa yang tidak saya suka..Saya Ingin menjadi aktivis , Benci ketidak adilan , benci TRIAS POLITICA yang tidak tahu fungsinya sebagai pengayom Rakyat , Saya ingin menjadi generasi yang bebas , namun bertanggung jawab .. Ingin menjadi orang dibalik layar, bukan seperti mereka, yang berteriak tentang keadilan , namun menginjak kemanusiaan. Saya hanya anak bangsa yang terkadang gondok terhadap bangsanya sendiri

Kumpulan Tulisan

Followers