Friday, September 17, 2010

Perlu ?

hidup di Indonesia yang penuh dengan keanekaragaman merupakan konsekuensi yang berat.
Well , hidup emang berat sih. .
Keanekaragaman suku bahasa karakter mental dan agama
Nah , yang paling akhir ini yang paling rentan dengan permasalahan. Salah ngomong dikit bisa berakibat fatal. Memang mayoritas dan minoritas itu ada. Tapi masalahnya , terkadang kita hiperbola menyikapi ini. puji Tuhan , aq punya teman2 dan lingkungan yang cukup fair dalam berteman. Uups , ada sih yg nggak. Tp lumayanlah..
Aku hidup disebuah pulau kecil di Kepulauan Riau. Mayoritas Islam dan suku Melayu ( kombinasi melayu - padang , melayu - jawa , dll ). Kami hidup rukun kok. Aku bangga punya teman2 yang berjiwa besar untuk menghargai perbedaan kami. Ketika SMP , Aku punya teman baik. Namanya Indah Purnama Sari. Wuiih , matematikanya jago kali.. Jiwanya fair , baik. Aku boleh kapan aja main ke rumahnya dan sebaliknya. Kami selalu sama. pernah cekcok , tp rukun lagi. Ketika kelas 3 , kami les sore. Jadi bawa makansiang nya dari rumah. Dia kadang lupa bawa. Dia slow aja makan punyaku. minum air ku. Klo rekan saya yang muslim lain , mana ada yang mau. padahal halal kok.
Agamamu agamamu , agama ku agamaku. Kami tidak pernah berantam krna agama. Aku rasa, orang yang berfikiran sempit yang mengganggap agama lain adalah sesuatu yang tidak layak. Mereka harus sering tuuh liburan , pergi ke tempat2 heterogen , jadi kepala mereka tidak terkungkung.
Guru SMP ku namanya Hj Nelda Yulie , S.Pd adalah seorang yang taat. Hajjah pula. Tp melihara anjing dirumah. Ketika rumah ku merayakan hari raya ,beliau datang sama suaminya. Ibu itu tidak segan makan minum dan bercanda bersama kami.

Nah kembali ke cerita kampus aja deh , dikelas ku ada juga yang agak sentimen gitu ama agamaku. :( namanya Diana. Dia pernah bilang klo Umat islam gk boleh ucapin natal sama orang kristen. Haram hukumnya. Pernah nih kami minta sumbangan untuk acara Kristen , dia agak tinggi nadanya ngomong ama temenku yg minta... katanya gak boleh ama dia. Haram ( Lagi-lagi haram ) malah dia marah ama Mela krna Mela ikut nyumbang.
Perlu gak sih over gitu ? Padahal temen2 ku yang melanjutkan kuliah di Oxford , Harvard , Singapore , gak ada gitu loh.. Malah masjid banyak di Amerika. gak usak jauh-jauh deh , kawanku namanya Ebbita cerita , dia orang Kabanjahe. Jadi di sebuah Kabanjahe ini yang muslim bisa dihitung dengan jari , tapi masjid berdiri dengan megah. Di tempatku juga gitu , ada nih namanya kampung sukarame , disitu mayoritas Kristiani tapi masjid ada disana.

Yang bikin aku miris adalah , ketika hal ini terjadi sebaliknya. Di mayoritas islam , Kristen malah susah beribadah. Kasus pembakaran gereja , penusukan pendeta dll kerap terjadi... Pengampunan aja deh yaa....

Aku punya cerita tentang penulis favoriteku. Namanya Iwan Piliang. Bagi ku topik-topik yang diangkat hal yang menarik. Walaupun mulutnya suka asal nuduh dan ngomong kajol. Aku suka memberi tanda jempol atas statusnya. Sampai suatu ketika ......
Dia membuat status begini

Dalam urusan maaf
terhadap koruptor, Indonesia memang bisa juara. OPSTIB pada 1981,
menangkap Raden Sonson Natalegawa (RSN) di kasus Atjai (Endang Wijaya),
korupsi Rp 36,9 miliar. RSN Direktur Kredit Bank Bumi Daya. Siapakah
RSN, tiada lain ayah kandung Menlu kita Marty Natalegawa. Kalau
...belakangan sosok Marty rada2 terindikasi memble dlm diplomasi,
maafkanlah ia di Syawal ini. Kita memang pemaaf!


Menurut aq , dia terlalu lantam. asal ngomong ih. Udah deh , elu aja jadi presiden. *gondok
lalu aq komen gini :

"gak tertarik buat mmbahas kasus ttg rndahnya kbbasan bragama dan beribdah di Ind , Bung ? "

aku senang dia membalas komenku , tp sakit hatiku bacanya ....

Iwan Piliang : Esra,,, seperti apa yang Esra inginkan di Indonesia dalam hal beragama? apakah Esra merasa selama ini belum bebas melaksanakan ibadah di Indonesia?? padahal, setahu saya...muslim indonesia sangat toleransi dalam hubungan antar agama..bu Esr...a jangan terjebak dengan berita media yang selalu memblow up hal-hal yang rasanya bisa menaikan oplah mereka...berapa banyak gereja di Indonesia??? bandingkan dengan jumlah penduduknya...lihat secara statistik, dan jika bu Elsa mau merenung sebentar saja,, bayangkan jika di Indonesia ini yang mayoritas adalah agama ibu...apakah minoritas muslim akan mendapatkan kebebasan beribadah seperti yang ibu rasakan sekarang sebagai minoritas....???

Ya Ampun , jadi balas dendam gitu ? Lihat hampir tiap gang ada masjid. Emang berapa sih jumlah ummat muslim di Indonesia klo dibandingkan dengan banyaknya masjid... Jauh lebih banyak masjid mungkin. Gak nyangka komen balasan iwan piliang gitu terhadap komen ku.. :'(

Aku mulai mundur rasa kagum ama dia.. Mungkin dia merasa benar.. atau aku yang demikian.

note terakhir beliau aku baca tentang KhanAcademy , ternyata aku pernah baca ini sebelumnya. Bulan Juli kmren. dan Iwan Piliang baru bikin note facebooknya bulan ini ( september ).... kata-katanya persis , data dan gaya bahasanya sama. Berarti .............................................. zzzz


No comments:

Post a Comment

Ah , cuman ngaco'nya seorang ESRA aja kok

My photo
Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Saya tidak bisa diam melihat apa yang tidak saya suka..Saya Ingin menjadi aktivis , Benci ketidak adilan , benci TRIAS POLITICA yang tidak tahu fungsinya sebagai pengayom Rakyat , Saya ingin menjadi generasi yang bebas , namun bertanggung jawab .. Ingin menjadi orang dibalik layar, bukan seperti mereka, yang berteriak tentang keadilan , namun menginjak kemanusiaan. Saya hanya anak bangsa yang terkadang gondok terhadap bangsanya sendiri

Kumpulan Tulisan

Followers