Senang sekali saya bisa kembali menulis setelah sekian lama.
Begini pembaca, saya memang memiliki kelemahan untuk mengingat angka.
Hingga saya lupa password blog ini
Dan akhirnya secara insidental saya tiba2 mengingatnya.
Oke kita mulai ke topik yang 'sedikit' lebih serius
Pembaca, saya baru dua hari menginjankkan kaki dikota Medan.
Pembaca, anda dan saya mungkin tahu bahwa KOTA ini bukanlah sebuah kota yang menghargai kenyamanan bahkan keamanan masyarakatnya.
Begini ,
ketika saya menapakkan kaki dikota ini , yaa..saya diserbu oleh porter-porter atau lazim dikenal dengan buruh bagasi , yang jujur membuat saya tidak nyaman pembaca.
Saya memang bukanlah wanita yang cukup kuat untuk membawa barang diatas 10 kilo.
Tetapi saya hanya menggendong ransel kira-kira 1,5 kilo beratnya.
Jadi saya tidak berniat untuk memakai jasa orang lain untuk mengangkat barang2 saya.
Namun mungkin sekitar lebih dari 5 orang buruh bagasi bertanya dengan PERTANYAAN yang hampir mirip yang intinya...
"dek, biar kita angkat barangnya
NGGAK , Tegasku.
===========================================================
Pembaca, bagi saya Polonia dan Hang Nadim Batam cukup berbeda
Hang Nadim sangat elegan , buruh2 Bagasinya tidak selancang Polonia, Dumai , atau Pelabuhan Buton ( saya harap anda pernah ke Buton saudara , sekedar referensi lautnya cukup bersih untuk ukuran Indonesia)
Pegawai cukup ramah dan sabar.
dan saya tidak pernah gondok di Hang Nadim.
Dalam Dunia yang kompleks , tidak pasti dan penuh dengan musuh yang berbahaya , paling baik kalau kita tidak berjalan sendirian
Tuesday, July 20, 2010
Saya hargai profesi anda , Bung .. Tapi kalau gini...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Ah , cuman ngaco'nya seorang ESRA aja kok
- Esra Erita Sari Silalahi
- Medan, Sumatera Utara, Indonesia
- Saya tidak bisa diam melihat apa yang tidak saya suka..Saya Ingin menjadi aktivis , Benci ketidak adilan , benci TRIAS POLITICA yang tidak tahu fungsinya sebagai pengayom Rakyat , Saya ingin menjadi generasi yang bebas , namun bertanggung jawab .. Ingin menjadi orang dibalik layar, bukan seperti mereka, yang berteriak tentang keadilan , namun menginjak kemanusiaan. Saya hanya anak bangsa yang terkadang gondok terhadap bangsanya sendiri
No comments:
Post a Comment